//
you're reading...
Artikel Terbaru

PERSEMAIAN

Yang dimaksudkan dengan persemaian adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan.

Kegiatan di persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan dari kegiatan penanaman hutan karena itu sangat penting dan merupakan kunci pertama di dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman hutan.

Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian. Penanaman secara langsung ke lapangan biasanya dilakukan apabila biji-biji (benih) tersebut berukuran besar dan jumlah persediaannya melimpah. Meskipun ukuran benih besar tetapi kalau jumlahnya terbatas, maka benih tersebut seyogyanya disemaikan terlebih dulu. Pemindahan/penanaman bibit berupa semai dari persemaian ke lapangan dapat dilakukan setelah semai-semai dari persemaian tersebut sudah kuat (siap ditanam).

Pengadaan bibit/semai melalui persemaian yang dimulai sejak penaburan benih merupakan cara yang lebih menjamin keberhasilan penanaman di lapangan. Selain pengawasannya mudah, penggunaan benih-benih lebih dapat dihemat dan juga kualitas semai yang akan ditanam di lapangan lebih terjamin bila dibandingkan dengan cara menanam benih langsung di lapangan.

 

PERENCANAAN PEMBUATAN PERSEMAIAN

Perencanaan merupakan taraf permulaan dari setiap proses penyelenggaraan kegiatan. Dimana kita menggambarkan di muka hal-hal yang harus dikerjakan dan cara mengerjakannya dalam rangka mencapai tujuan yang ditentukan.

Dalam pekerjaan persemaian, perencanaan dasar meliputi unsur-unsur kegiatan yang mencakup pemilihan jenis persemaian, lokasi persemaian, kebutuhan bahan, kebutuhan peralatan dan tenaga kerja yang diperlukan, serta tata waktu penyelenggaraan persemaian. Umumnya penyediaan semai/tahun sebanyak 20.000 batang merupakan kebutuhan minimum untuk memulai persemaian berukuran kecil.

  1. Jenis Persemaian.

Sebelum dimulai pembuatan perlu ditentukan terlebih dahalu jenis persemaian apa yang akan dibuat. Pada umumnya persemaian digolongkan menjadi 2 jenis/tipe yaitu persemaian sementara dan persemaian tetap.

1.1.  Persemaian sementara

Jenis persemaian ini biasanya berukuran kecil dan terletak di dekat daerah yang akan ditanami. Persemaian sementara ini biasanya berlangsung hanya untuk beberapa periode panenan (bibit/semai) yaitu paling lambat hanya untuk waktu 5 tahun.

Keuntungan dan keberatan persemaian sementara adalah :

  1. Keuntungan :
    1. Keadaan ekologi selalu mendekati keadaan yang sebenarnya.
    2. Ongkos pengangkutan bibit murah.
    3. Kesuburan tanah tidak terlalu menjadi masalah karena persemaian selalu berpindah tempat setelah tanah menjadi miskin.
    4. Tenaga kerja sedikit sehingga mudah pengurusannya.
    5. Keberatannya.
      1. Ongkos persemaian jatuhnya mahal karena tersebarnya pekerjaan dengan hasil yang sedikit.
      2. Ketrampilan petugas sulit ditingkatkan, karena sering berganti petugas.
      3. Seringkali gagal karena kurangnya tenaga kerja yang terlatih.
      4. Lokasi persemaian yang terpancar menyulitkan pengawasan.

1.2.  Persemaian Tetap.

Jenis persemaian ini biasanya berukuran (luasnya) besar dan lokasinya menetap di suatu tempat, untuk melayani areal penanaman yang luas.

  1. Keuntungan :
    1. Kesuburan tanah dapat dipelihara dengan pemupukan
    2. Dapat dikerjakan secara mekanis bila dikehendaki
    3. Pengawasan dan pemeliharaan lebih efisien, dengan staf yang tetap dan terpilih
    4. Perencanaan pekerjaan akan lebih teratur
    5. Produktivitas semai/bibit tinggi, kualitas bibit lebih baik dan pertumbuhannya lebih seragam
    6. Kerugiannya :
      1. Keadaan ekologi tidak selalu mendekati keadaan yang sebenarnya.
      2. Ongkos pengangkutan lebih mahal dibanding dengan jenis persemaian sementara.
      3. Membutuhkan biaya untuk investasi lebih tinggi dibanding persemaian sementara. Hal ini karena untuk persemaian tetap biasanya keadaan sarana (jalan angkutan, bangunan-bangunan di persemaian) dan prasarana (peralatan kerja/angkutan) lebih baik kualitas dan lebih mahal harganya dibanding yang diperlukan persemaian sementara.
  2. Pemilihan Lokasi Persemaian :

Penentuan lokasi persemaian harus didahului dengan observasi lapangan. Untuk memilih lokasi persemaian persemaian yang baik, beberapa persyaratan yang perlu dipertimbangkan adalah :

2.1.   Aspek Teknis

2.1.1. Letak lokasi persemaian

Sejauh mungkin lokasi persemaian diusahakan terletak di tengah-tengah daerah penanaman atau berjarak sedekat mungkin ke setiap areal penanaman. Areal persemaian terbuka/kena sinar matahari cukup/langsung, mudah dijangkau setiap saat dan terlindung dari angin kencang.

2.1.2. Jalan angkutan

Adanya dekat jalan angkutan yang memadai sesuai keperluan, baik lewat darat maupun lewat air/sungai. Tanpa adanya jalan angkutan ini akan mempersulit pengawasan dan mempertinggi biaya angkutan.

2.1.3. Luas Persemaian

Luas areal persemaian tergantung pada :

  1. Jumlah semai yang diproduksi/tahun
  2. Cara penanaman apakah sistim akar telanjang atau sistim container dimana lebih banyak ruang dibutuhkan dan
  3. Lamanya semai/bibit dipelihara di pesemaian sampai diperoleh ukuran yang memenuhi persyaratan ukuran tinggi, diameter kekokohan batang dll.

2.2.   Aspek Fisik

  1. Air

Adanya sumber air dan persediaan dalam jumlah yang cukup di dekat persemaian sangat memudahkan keberhasilan persemaian. Pada umumnya sumber air di dalam kawasan hutan adalah berupa sungai, mata air dan air dalam tanah, juga sumber air berupa air hujan merupakan sumber air yang banyak diharapkan oleh para pengelola persemaian.

 

  1. Media tumbuh/tanah

Tanah merupakan salah satu komponen habitat (tempat tumbuh) tanaman. Tanaman akan tumbuh subur bila medium tumbuhnya subur dan merana bila medium tumbuhnya tidak subur.

Sebagai medium tumbuh semai, perlu diusahakan memilih tanah yang steril dan yang mempunyai sifat-sifat baik seperti porositas dan drainasenya baik, bebas batu dan kerikil. pH media sebaiknya berkisar antara 5 – 7 dan diusahakan tidak menggunakan tanah liat.

Untuk pertumbuhan tanaman (sapihan) diperlukan adanya unsur-unsur hara penting (essensial). Menurut kebutuhan tanaman unsur-unsur hara penting dapat digolongkan menjadi : unsur-hara makro dan unsure hara mikro. Unsur hara makro dibutuhkan dalam jumlah relative lebih banyak yaitu : Karbon(C), Hidrogen(H), Oksigen(O), Nitrogen(N), Phospor(P), Potasium(K), Sulfat(S), Magnesium(Mg) dan Kalsium(Ca) sedangkan unsur hara mikro ada 7 unsur yaitu : Iron (Fe), Boron (B), Copper (Cu), Zince (Zn), Molydenum (Mo) dan Chlorine (Cl).

Unsur-unsur penting yang dibutuhkan tanaman tersebut diatas berasal dari sumber yang berbeda-beda. Unsur-unsur hara C,H dan O berasal dari atmofir atau air, sedang unsur-unsur hara lainnya berasal dari mineral tanah. Pada umumnya tanah-tanah pertanian di Indonesia kekurangan unsur-unsur N, P, dan K. Oleh karena itu pemupukan di Indonesia (bahkan di dunia) umumnya menggunakan unsur-unsur yang mengandung ketiga unsur tersebut.

Pada tanah/media yang kurang subur dapat diberikan tambahan unsur hara dalam bentuk pupuk organik maupun anorganik.

 

Pupuk Organik

Pupuk organik (pupuk kandang, kompos dsb) merupakan sumber hara tetapi, kandungan unsur haranya rendah, dan untuk memperolehnya dalam jumlah banyak agak sulit. Pupuk organik dapat memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah.

 

Pupuk Anorganik

Pupuk Anorganik biasa pula disebut pupuk buatan. Pupuk buatan yang penting digolongan penting adalah nitrogen, pupuk fosfat dan pupuk kalium.

 

  1. Kelerengan

Pada umumnya persemaian dibuat pada lahan yang sedatar mungkin. Semakin miring topografinya akan semakin sulit pengerjaan persiapan lapangan dan juga semakin banyak tenaga dan biaya yang dibutuhkan. Kelas kelerengan lahan yang dijumpai di lapangan biasanya digolongkan sebagai berikut :

Datar dengan kelerengan : 0-8 %

Landai dengan kelerengan : 9-15 %

Bergelombang dengan kelerengan : 16-25 %

Berbukit dengan kelerengan : 26-45 %

Bergunung dengan kelerengan lebih dari : 45 %

Untuk persemaian sedapat mungkin dipilih/digunakan lahan kelas kelerengan relative datar – landai. Pada umumnya diusahakan agar kelerengan untuk areal persemaian kurang dari 10 %.

 

2.3.   Aspek tenaga kerja

Kegiatan di persemaian, merupakan kegiatan yang sangat erat dengan masalah ketenaga kerjaan. Adanya tenaga kerja yang memadai baik kualitas maupun kuantitasnya menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan dalam usaha persemaian. Kualitas disini menyangkut pengertian keadaan tenaga kerja yang berpengetahuan dan trampil di bidang persemaian. Kebutuhan tenaga kerja ini terutama diharapkan dapat dicukupi dari penduduk sekitar atau dekat dengan persemaian sehingga lebih efisien dan memenuhi fungsi sosial penduduk setempat.

Jumlah kebutuhan tenaga kerja untuk tiap-tiap persemaian bergantung pada volume pekerjaan yang ada. Volume kegiatan pekerjaan di persemaian pada umumnya berbeda pada setiap tahap kegiatan, karena itu kebutuhan tenaga kerja juga berbeda-beda sesuai dengan tahapan kegiatan.

  1. Kebutuhan bahan

Kebutuhan bahan untuk persemaian meliputi benih, pasir, tanah atau jenis medium tumbuh lainnya (gambut, sekam dsb), kantong plastik kontiner) pupuk fungsida dan pestisida.

 

 

a)         Benih

Dua faktor penting yang perlu mendapat perhatian di dalam penyediaan benih untuk bahan penanaman di persemaian yaitu kualitas dan kuantitas benih,. Penyediaan benih yang berkualitas baik dan dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu sangat menentukan keberhasilan sesuatu persemaian.

Seringkali terjadi kekurangan benih bukan disebabkan kurangnya jumlah/berat benih yang tersedia, tetapi karena kualitas benihnya yang jelek. Hal ini dapat terjadi bagi suatu daerah yang tidak memiliki stok benih jenis tertentu sehingga harus didatangkan dari luar. Untuk menyakinkan kualitas benih apakah masih baik perlu dilakukan uji ulang apakah hasilnya sesuai dengan yang dicantumkan pada label.

Banyaknya benih yang dibutuhkan suatu persemaian ditentukan beberapa faktor sebagai berikut :

• Jumlah semai yang harus dihasilkaan

• Peren perkecambahan (viabilitas) dari benih yang bersangkutan.

• Persen jadi semai sampai siap tanam,dan

• Jumlah butir benih tiap kg.

 

b)         Pasir dan tanah (jenis madia tumbuh lainnya)

Pada dasarnya bahan pasir (untuk medium) maupun tanah (atau medium tumbuh yang lain) untuk medium sapihan dipilih yang baik, bebas batu, kerikil dan benda-benda lain. Yang dapat mengganggu pertumbuhan benih yang dikecambahkan maupun pertumbuhan semai hasil sapihan. Benda-benda keras yang dimaksud antara lain : kerikil, batu-batu.

Pasir untuk medium perkecambahan diusahakan sesteril mungkin antara lain dengan cara dijemur pada tempat kena sinar matahari penuh selama 2-3 hari atau disiram air panas atau digoreng untuk menghindari kemungkinan adanya jamur. Dalam usaha untuk memacu pertumbuhan semai hasil sapihan, akhir-akhir ini banyak dilakukan pemberian pupuk yaitu secara dicampur dengan tanah yang telah dipilih untuk medium sapih. Pekerjaan ini dilakukan dengan cara mencampur pupuk dan tanah sampai merata (diaduk) baru setelah itu diisikan kekantong plastik yang telah disiapkan. Perbandingan pupuk kandang dengan tanah yaitu : 1:2, sedang menggunakan pupuk TSP biasanya dengan dosis 4-5 gram setiap kantong plastik.

c)         Kantong plastik

Kantong plastik digunakan untuk medium sapihan setelah diisi hampir penuh dengan tanah. Tanah untuk medium sapih dipilih tanah yang baik halus, merata dan dicampur dengan pupuk.

Banyaknya kantong plastik yang dipergunakan tergantung beberapa banyak semai yang akan dihasilkan dan berapa besar prosentase kerusakannya. Ukuran kantong plastik yang dipergunakan bervariasi,tergantung dari cepat pertumbuhan semai. Semakin cepat pertumbuhannya semakin besar ukuran kantong plastik

Warna plastik ada pengaruhnya terhadap pertumbuhan semai, warna kantong plastik hitam mempunyai pengaruh pertumbuhan semai yang baik, bila dibanding dengan warna putih,hijau,kuning, dan merah. Dan kantong plastik warna hitam biasanya lebih awet/tahan lama dibanding dengan yang lain.

  1. Peralatan dan tenaga kerja

4.1.   Peralatan

Macam-macam peralatan yang perlu diadakan di persemaian adalah :

4.1.1.  Kantor

Kantor persemaian harus memenuhi persyaratan dan harus ada pelengkapan kantor perlu dilengkapi ruang kerja, ruang data, ruang istirahat, ruang P3K dan ruang khusus untuk gudang. Ruang gudang harus memenuhi syarat: tidak lembab dan ventilasinya harus cukup baik

4.1.2.  Barak Kerja

Barak kerja diperlukan terutama untuk tempat pengisian tanah dan wadah/kantong plastik medium sapih dan sebagai tempat istirahat para pekerja.

4.1.3.  Rumah Jaga

Rumah jaga disediakan untuk tempat tinggal dan gudang petugas (mandor persemaian). Hal ini sangat penting agar persemaian selalu terjaga dan dapat mengambil tindakan secara apabila terdapat masalah-masalah di persemaian, antara lain masalah adanya gangguan persemaian oleh hama dan penyakit tanaman yang mungkin mendadak, pengaturan, dan sebagainya.

4.1.4.  Sarana pengairan

Sarana pengairan dipersemaian antara lain berupa parit/saluran dan bak penampung air yang cukup memadahi dengan keperluan. Disamping itu, umumnya persemaian tidak terlalu menggantungkan air penyiraman dari hujan. Oleh karena itu perlu adanya pompa air yang lengkap dengan peralatannya/pipa penyalur air. Untuk penyiraman persemaian dengan kurang dari 50.000 semai biasanya dilakukan dengan tangan, yaitu menggunakan gembor. Sedang untuk persemaian dengan produksi bibit/semai dari 50.000 semai akan lebih menguntungkan dengan menggunakan pompa motor dengan penyiraman otomatis. Pada persemaian modern penyiraman dilakukan dengan cara ”sprinkle irrgation” dengan cara ini air disemprotkan lewat spayer yang dapat diputar seperti air mancur

4.1.5.  Jalan angkutan dan jalan inspeksi

Jalan angkutan perlu dibuat untuk mengangkut bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan dipersemaian termasuk untuk mengangkut semai-semai pada saat akan ditanam di lapangan. Lebar jalan angkutan biasanya tidak kurang dari 2,5 meter sedang lebar jalan inspeksi antara 0,75-1,00 meter.

4.1.6.  Pemagaran Persemaian

Seringkali diabaikan karena fungsi pagar dirasakan tidak terlalu penting. Tetapi bagi berbagai kondisi persemaian adanya pagar dirasakan tidak terlalu penting. Persemaian yang membutuhan pagar biasanya dalam kondisi :

• seringkali terjadi hembusan angin yang kencang

• adanya gangguan ternak

• adanya gangguan babi hutan/rusa.

4.1.7.  Pengadaan naungan

Naungan dibuat dengan maksud untuk menghindarkan kerusakan semai dari cahaya dan suhu udara yang berlebihan serta kerusakan yang disebabkan oleh tempat air hujan. Tujuannya ialah untuk mendapatkan semai dengan pertumbuhan yang baik dengan jalan memberikan cahaya serta suhu sesuai yang dibutuhkannya.

Untuk memberikan naungan pada semai; hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah sifat jenis semai inti mengenai kebutuhannya akan cahaya. Untuk perkecambahan benih dan pertumbuhannya apakah semai itu memerlukan cahaya penuh ataukah perlu naungan. Dalam prakteknya naungan diperlukan baik untuk jenis yang perlu naungan maupun yang tidak perlu naungan. Hanya saja untuk jenis-jenis yang tidak perlu naungan atau memerlukan cahaya penuh, diberikan naungan yang ringan.

4.1.8.  Sarana-sarana lain

Sarana lain yang biasanya perlu disediakan antara lain adalah alat-alat kerja seperti :

  1. sabit,cetok,cangkul dan peralatan pemberantas hama dan penjakit/sprayer,
  2. Tenaga Kerja
  3. Tata Waktu Penyelenggaraan Persemaian

Tata waktu kegiatan dipersemaian perlu direncanakan masak-masak mengingat bahwa kegiatan pembuatan tanaman di Indonesia khususnya sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim setempat.

Penanaman dilapangan biasanya dilakukan pada permulaan musim penghujan, sehingga sebelum saat itu tata bibit (semai) harus sudah siap. Mengingat musim penghujan untuk masing-masing daerah kemungkinan berbeda-beda, maka permulaan dari pembuatan persemaian juga mengukuti keadaan setempat.

Lamanya waktu penyelenggaraan setiap periode persemaian, selain dipengaruhi oleh iklim (musim tanam) setempat, juga dipengaruhi oleh jenisnya tanaman yang akan disemaikan, karena masing-masing banih dari suatu jenis tanaman yang akan sampai siap tanam di lapangan membutuhkan waktu yang berbeda-beda.

Berdasarkan berbagai pustaka dan pengalaman di dalam pembuatan persemaian akhir-akhir ini, dalam usaha memperpendek semai-semai di persemaian hingga siap ditanam adalah dengan cara pemberian pupuk TSP. Dan pada pemeliharaannya selanjutnya selama di bedengan sapih diberi pupuk NPK. Dan sampai dengan tiga kali, dimulai sejak sapihan berumur 1 bulan. Dosis pupuk TSP 3-5 gram setiap kantong plastik (berukuran lebar 10 cm dan panjang 20 cm) tanah media sapih. Sedang pupuk NPK dengan dosis 0,25 gram setiap semai sebulan sekali.

Dengan cara ini semai siap tanam biasanya dapat diperpendek waktunya sampai 1,5-2 bulan.

Tentang baskara90

Terima kasih kepada siapa saja yang telah membuka blog ini. Saya adalah Hafiizh Baskara. Seorang pria yang terlahir di Jombang pada tanggal 17 Juli 1990. Dari pasangan Suami-Istri yaitu Drs. Adi Rahardjo dan Dra. Surjani Hasana, dan kini beliau berdua memiliki tiga putra. Hafiizh Baskara, Zahdiar Radin, dan Yunia N. Azizah. Untuk saat ini saya sedang melanjutkan studi di Fakultas Kehutanan - Institut Pertanian Bogor. Dan untuk saat ini penulis sedang duduk di semester lima. Aktivitas lain selain kuliah adalah menjadi seorang desainer grafis di sebuah perusahaan kecil yaitu "D'art Painting Company". merupakan sebuah perusahaan kecil yang terkonsentrasi di bidang Sepatu Lukis (Painting Shoes) dan di bidang konveksi. Pemuda dengan tinggi badan 187 cm ini menyenangi segala sesuatu yang berhubungan dengan desain grafis, IT, dan olah raga. sebuah impian yang selalu ingin di capai untuk saat ini adalah ingin menjadi seseorang yang sangat bermanfaat bagi dunia.

Diskusi

2 pemikiran pada “PERSEMAIAN

  1. Thanks 4 ur Information..

    Posted by Alodia Giovani Aditya | Juni 13, 2012, 9:49 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Desember 2010
S S R K J S M
« Okt   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 187 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: