//
you're reading...
Artikel Terbaru

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG JENIS PELANDUK DAN GAJAH

TINJAUAN PUSTAKA

Deskripsi Kacang Tanah

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan          :  Plantae
Divisi               :  Tracheophyta
Upadivisi         :  Angiospermae
Kelas               :  Magnoliophyta
Ordo                :  Leguminales
Famili              :  Papilionaceae
Upafamili        :  Faboideae
Bangsa                        :  Aeschynomeneae
Genus              :  Arachis

Kacang tanah, dalam bahasa Yunani disebut Arachis hypogaea L., dalam bahasa Inggris disebut peanut, groundnut, merupakan tanaman polong-polongan atau legum dari famili Fabaceae yang berasal dari Amerika Selatan, tepatnya Brazilia. Merupakan tanaman kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Kacang tanah merupakan jenis tanaman tropika yang tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dengan daun-daun berukuran kecil.

Curah hujan yang sesuai untuk tanaman kacang tanah antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan rontok dan bunga tidak terserbuki oleh lebah. Selain itu, hujan yang terus-menerus akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah. Suhu udara bagi tanaman kacang tanah tidak terlalu sulit, karena suhu udara minimal bagi tumbuhnya kacang tanah sekitar 28–320C. Bila suhunya di bawah 100C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, bahkan jadi kerdil dikarenakan pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. Kelembaban udara untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 65-75 %. Adanya curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kelembaban terlalu tinggi di sekitar pertanaman. Penyinaran sinar matahari secara penuh amat dibutuhkan bagi tanaman kacang tanah, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.

Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman kacang tanah adalah jenis tanah yang gembur/bertekstur ringan dan subur. Derajat keasaman tanah yang sesuai untuk budidaya kacang tanah adalah pH antara 6,0–6,5. Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati. Air yang diperlukan tanaman berasal dari mata air atau sumber air yang ada disekitar lokasi penanaman. Tanah berdrainase dan berserasi baik atau lahan yang tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering, baik bagi pertumbuhan kacang tanah. Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman kacang tanah adalah pada ketinggian antara 500 m dpl. Jenis kacang tanah tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal.

Tanaman kacang tanah umumnya dapat ditanam hampir di semua jenis tanah, mulai dari tanah bertekstur ringan (berpasir), bertekstur sedang (pempung berpasir), hingga bertekstur berat (lempung). Namun, tanah yang paling sesuai untuk tanaman kacang tanah adalah yang bertekstur ringan dan sedang.

Varietas kacang tanah yang dikembangkan oleh Indonesia sangatlah banyak. Terdapat puluhan varietas dengan berbagai perbedaan yang dapat digunakan untuk tujuan dan kegunaan tertentu sesuai. Misalnya, beberapa varietas unggulan yang sudah dikembangkan oleh Balai Penelitian Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian adalah Jerapah, Turangga, Kancil, Bison, Domba, serta Tuban. Selain itu, varietas lain seperti Gajah dan Pelanduk  juga telah dikembangkan. Data mengenai dua varietas tersebut adalah sebagai berikut.

Varietas Gajah

Pusat Penelitian dan Pengembangan Pangan (2007) menerangkan tentang varietas gajah, yaitu

Dilepas tahun                           :           1950

Nomor induk                            :           61

Asal                                        :          Seleksi keturnm bunan persilangan Schwan 21        Spanish 18-38

Hasil rata-rata                          :           1,8 ton/ha

Warna batang                          :           Hijau

Warna daun                             :           Hijau

Warna bunga                           :           Kuning

Warna ginofor                         :           Ungu

Warna biji                                :           Merah Muda

Bentuk tanaman                      :           Tegak

Jumlah polong/pohon              :           30 polong

Umur berbunga                       :           30 hari

Umur polong tua                     :           100 hari

Bobot 100 biji                         :           53 g

Kadar protein                          :           29%

Kadar lemak                            :           48%

Ketahanan terhadap penyakit :           Tahan terhadap penyakit layu, peka terhadap penyakit karat dan bercak daun

Sifat-sifat lain                         :           Rendemen biji dari polong 60-70%

Benih penjenis (BS)                :           Dipertahankan di Balittan Bogor

Pemulia                                   :           Balai Penyelidikan Teknik Pertanian Bogor

 

Varietas Pelanduk

Pusat Penelitian dan Pengembangan Pangan (2007) menerangkan tentang varietas gajah, yaitu

Dilepas tahun                          :           1983

Nomor induk                           :           925

Asal                                           :           persilangan Kidang/Virginia Bunch Improved (VBI)

Hasil rata-rata                          :           2,0 ton/ha

Warna batang                          :           Hijau

Warna daun                             :           Hijau

Warna bunga                           :           Tepi bendera berwarna kuning

Pusat bendera berwarna kuning muda

Warna ginofor                         :           Ungu

Warna biji                                :           Merah

Bentuk polong                         :           Dangkal

Kulit polong                            :           Agak nyata

Bentuk tanaman                      :           Tegak

Bentuk daun tua                      :           Berempat

Jumlah polong/pohon               :           16-20 polong

Umur berbunga                       :           28-30 hari

Umur polong tua                      :           95-100 hari

Bobot 100 biji                         :           ±57,3 g

Bobot 100 butir polong           :           16 g

Kadar protein                          :           ±17%

Kadar lemak                            :           45%

Ketahanan terhadap penyakit  :         Tahan layu (Pseudomonas sp.)

Peka karat daun (Puccinia arachidis)

Peka bercak daun (Cercospora sp.) dan peka virus belang

Sifat-sifat lain                          :           Rendemen biji dari polong 60-70%

Pemulia                                   :          Muchridansyah, Sri Astuti Rais, dan Lasimin Sumarsono

Pupuk NPK

Pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Pupuk meningkatkan kesuburan alami dari tanah atau mengganti unsur-unsur kimia yang diambil dari tanah.

Pupuk majemuk kebanyakan akan berisi tiga unsur penting bagi pertumbuhan, NPK yang merupakan singkatan dari Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K). Sebuah pupuk yang seimbang memiliki perbandingan N:P:K adalah 0,5:0,5:0,5.

Unsur nitrogen dibutuhkan untuk pertumbuhan daun dan pembentukan batang serta cabang. Khusus pada kacang-kacangan yang memiliki nodul akar, dapat memanfaatkan bakteri yang ada di udara. Unsur fosfor diperlukan bagi tanaman untuk perkembangan biji dan akar. Sementara unsur kalium berfungsi untuk membentuk bunga dan buah serta membantu tanaman melawan penyakit.

Rancangan Acak Lengkap

Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan lingkungan paling sederhana yang penggunaannya akan tepat bila bahan percobaan dan kondisi percobaan bersifat homogen serta jumlah perlakuan terbatas. Kelebihan dari metode ini adalah denah perancangan cobaan lebih mudah analisis statistiknya lebih sederhana.

Kelebihan dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) adalah mudah dalam penyusunan rancangannya, analisis statistik yang digunakan cukup sederhana, dan banyak unit tiap percobaan tidak harus sama. Sementara kekurangan dari percobaan ini adalah percobaannya hanya untuk beberapa perlakuan dan bersifat homogen.

Model data percobaan RAL yaitu : Yij = µij + eij

Keterangan:     Yij = Hasil pengamatan pada ulangan ke-i dan blok  ke-j

µij = Overall mean

eij = Random error dengan asumsi IIDN (0, δ2)

METODOLOGI

Tempat dan Waktu

Praktikum Genetika Hutan mengenai penanaman kacang tanah ini dilakukan pada Rabu, 10 September 2010, pemupukan kacang dilakukan pada Rabu, 4 November 2010, pemanenen dan pengovenan kacang dilakukan pada Rabu, 22 Desember 2010. Praktikum penanaman dilakukan di persemaian silvikultur, pencampuran tanah dilakukan di samping tempat parkir Departemen Silvikultur dan pengovenan kacang dilakukan di laboratorium silvikultur.

Alat dan Bahan

Peralatan yang dibutuhkan dalam praktikum ini antara lain

1)   Polybag

2)   Cangkul

3)   Pengayak pasir

4)   Oven

5)   Meteran

6)   Kertas koran

7)   Plastik

8)   Ember

9)   Timbangan digital

Bahan yang dibutuhkan dalam praktikum ini antara lain :

1)   Pupuk NPK

2)   Tanah dan pasir dengan perbandingan 3:1

3)   Air

4)   Biji kacang jenis pelanduk

5) Biji kacang jenis gajah

Metode Praktikum

Praktikum genetika hutan kali ini terdiri dari dua metode yakni metodepenanaman dan metode pemanenan.

Penanaman

Sebelum melakukan penanaman tanah harus dipersiapkan, tanah dicampur dengan pasir yang diayak terlebih dahulu dengan perbandingan 3 : 1. Setelah tanah dan pasir dicampur kemudian dimasukan ke polybag. Kacang tanah dari jenis pelanduk maupun gajah dilepaskan dari polongnya, kemudian ditanam ke polybag berisi tanah dan pasir, masing-masing polybag berisi empat biji kacang dengan diberi jarak sekitar 2 cm dan ditanam agak ke tengah. Kacang diberikan tiga perlakuan pupuk yaitu diberi pupuk 0,5 gram, diberi pupuk 1 gram dan tidak diberi pupuk (0 gram) dengan masing-masing perlakuan terdapat lima ulangan.

Biji kacang yang ditanam diberikan perawatan dengan disiram setiap sore hari. Setelah satu bulan dilakukan pemupukan pada tanaman kacang dengan menggunakan pupuk NPK dengan dosis yang sudah ditetapkan. Pengamatan dilakukan selama ± 3 bulan.

Pemanenan

Setelah dilakukan perawatan selama tiga bulan lalu dilakukan pemanenan terhadap tanaman kacang. Tanaman kacang dicabut dari media tanamnya tetapi jangan ada polong kacang yang terttinggal di media tanam, kemudian dipisahkan antara polong kacang dan bagian tanaman lainnya (akar, batang dan daun). Polong kacang kemudian dicuci dengan air agar tanahnya terpisah, setelah itu polong kacang dikeringkan dengan kertas atau tissue kemudian dimasukkan ke dalam plastik yang sudah diberi label. Bagian tanaman lain dibungkus dengan menggunakan kertas koran.

Bagian tanaman kacang lain (akar, batang, daun) yang telah dibungkus dengan kertas koran kemudian di oven selama 24 jam dengan suhu 80°C. Setelah dioven dilakukan pengukuran berat dengan menggunakan timbangan digital lalu dicatat berat dari tanaman tersebut. Polong kacang juga di timbang beratnya (tanpa dilakukan pengovenan).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Tabel 1. Berat Kering Kacang Tanah Varietas Pelanduk

Ulangan Berat kering Pada Dosis Pupuk (gr) Jumlah
0gr 0.5 gr 1 gr
1 28 28 39 95
2 35 37 37 109
3 30 34 36 100
4 25 35 30 90
5 15 45 30 90
Jumlah 133 179 172 484
Rataan 26,6 35,8 34,4

 

Tabel 2. Analisis Sidik Ragam Pengaruh Pupuk Terhadap Produktivitas Berat Kacang Tanah Varietas Pelanduk

Sumber Keragaman db JK KT Fhitung Ftabel 5% Ftabel 1%
Perlakuan 2 245,733 122,867 3,342 3,885 6,427
Galat 12 441,2 36,767
Total 14 686,933

Keterangan : Fhitung < Ftabel

Tabel 3. Berat Kering Kacang Tanah Varietas Gajah

Ulangan Berat Kering Pada Dosis Pupuk (gr) Jumlah
0gr 0.5 gr 1 gr
1 10 5 10 25
2 32 20 16 68
3 21 26 20 67
4 21 20 20 61
5 17 20 22 59
Jumlah 101 91 88 280
Rataan 20,2 18,2 17,6

 

Tabel 4. Analisis Sidik Ragam Pengaruh Pupuk Terhadap Produktivitas Berat Kacang Tanah Varietas Gajah

Sumber Keragaman db JK KT Fhitung Ftabel 5% Ftabel 1%
Perlakuan 2 18,533 9,267 0,188 3,885 6,427
Galat 12 590,8 49,233
Total 14 609,333

Keterangan : Fhitung < Ftabel

Tabel 5. Tinggi Batang Kacang Tanah Varietas Pelanduk

Ulangan Tinggi Batang (cm) Pada Pupuk Jumlah
0 gr 0,5 gr 1 gr
1 32,43 36,05 33 101,48
2 35,97 39,83 65 140,8
3 40,25 32,3 50 122,55
4 24,97 30,5 51 106,47
5 39,5 65 45 149,5
Total 173,12 203,68 244 620,8
Rata-rata 34,624 40,736 48,8

 

Tabel 6. Analisis Sidik Ragam Pengaruh Pupuk Terhadap Tinggi Batang Kacang Tanah Varietas Pelanduk

Sumber Keragaman db JK KT Fhitung Ftabel 5% Ftabel 1%
Perlakuan 2 505,573 252,786 2,056 3,885 6,427
Galat 12 1475,515 122,960
Total 14 1981,088

Keterangan : Fhitung < Ftabel

Tabel 7. Tinggi Batang Kacang Tanah Varietas Gajah

Ulangan Tinggi Pada Pupuk Jumlah
0 gr 0,5 gr 1 gr
1 42 47,33 47,5 136,83
2 37,25 55 49 141,25
3 58,75 48 46,67 153,42
4 43,25 51 47,75 142
5 43,67 46,5 41,6 131,77
Total 224,92 247,83 232,52 705,27
Rata-rata 44,984 49,566 46,504

 

Tabel 8. Analisis Sidik Ragam Pengaruh Pupuk Terhadap Tinggi Batang Kacang Tanah Varietas Gajah

Sumber Keragaman db JK KT Fhitung Ftabel 5% Ftabel 1%
Perlakuan 2 54,468 27,234 0,949 3,885 6,427
Galat 12 344,244 28,687
Total 14 398,712

Keterangan : Fhitung < Ftabel

 

Tabel 9. Berat Polong Yang Dihasilkan Oleh Kacang Tanah Varietas Pelanduk

Ulangan Berat Polong (gr) Jumlah
0 gr 0,5 gr 1 gr
1 18,82 14,71 15,4 48,93
2 16,45 21,09 16,59 54,13
3 23,98 16,33 13,33 53,64
4 14,11 14,11 21,8 50,02
5 19,07 14,9 13,96 47,93
Total 92,43 81,14 81,08 254,65
Rata-rata 18,486 16,228 16,216

 

Tabel 10. Analisis Sidik Ragam Pengaruh Pupuk Terhadap Produktivitas Polong Varietas Pelanduk

Sumber Keragaman db JK KT Fhitung Ftabel 5% Ftabel 1%
Perlakuan 2 17,086 8,543 0,779 3,885 6,427
Galat 12 131,540 10,962
Total 14 148,626

Keterangan : Fhitung < Ftabel

Tabel 11. Berat Polong Yang Dihasilkan Oleh Kacang Tanah Varietas Gajah

Ulangan Berat Polong (gr) Pada Pupuk JUMLAH
0 gr 0,5 gr 1 gr
1 34,5 31,17 44,31 109,98
2 41,92 41,78 37,77 121,47
3 34,55 32,79 36,71 104,05
4 34,85 29,28 36,37 100,5
5 31,18 40,74 32,99 104,91
Total 177 175,76 188,15 540,91
Rata-rata 35,4 35,152 37,63

 

Tabel 12. Analisis Sidik Ragam Pengaruh Pupuk Terhadap Produktivitas Polong Varietas Gajah

Sumber Keragaman db JK KT Fhitung Ftabel 5% Ftabel 1%
Perlakuan 2 18,625 9,312 0,427 3,885 6,427
Galat 12 261,831 21,819
Total 14 280,456

Keterangan : Fhitung < Ftabel

 

Pembahsan

Pada praktikum genetika hutan kali ini, praktikan melakukan pengamatan terhadap produktivitas beberapa varietas unggul dari kacang tanah, yaitu diantaranya varietas Pelanduk dan Gajah. Pengamatan ini dilakukan berdasarkan diberikannya perlakuan berupa pemberian pupuk dengan dosis 0 gram (kontrol); 0,5 gram; dan 1 gram. Pengamatan pengaruh pupuk terhadap produktivitas kacang tanah dilihat dari berat kering kacang tanah, tinggi tanaman, dan berat polong dari masing-masing varietas.

Sifat atau karakteristik dari varietas unggul kacang tanah, antara lain: (1) memiliki daya hasil tinggi, antara 1,2 – 3,4 ton polong kering per hektar; (2) kualitas buah (polong) dan bijinya baik; (3) tanaman berumur pendek (genjah), antara 80-110 hari; (4) tahan terhadap penyakit utama, seperti bercak daun cescospora, karat dan virus, terutama Peanut Stripe Virus (PStV); dan (5) toleran terhadap berbagai kondisi lingkungan tumbuh.

Dari literatur yang ada, varietas Gajah memiliki hasil rata-rata 1,8 ton/ha yang ternyata lebih kecil daripada Pelanduk dengan nilai hasil rata-rata 2 ton/ha. Selain itu, Gajah juga memiliki bobot 100 biji yang lebih kecil daripada  Pelanduk, yaitu sebesar 53 gram dan Pelanduk sebesar 57,3 gram.

Setelah dilakukan pemeliharaan tanaman selama kurang lebih 2 bulan, dilakukan pemanenan kacang tanah dari masing-masing varietas. Pada pemanenan tersebut dilakukan pengukuran tinggi tanaman, berat kering kacang tanah, dan juga berat kering polong.

Dari Tabel 1 didapatkan bahwa dosis pupuk sebesar 0,5 gram memberikan rata-rata peningkatan berat kering kacang yang paling tinggi untuk varietas Pelanduk. Namun ini belum bisa dijadikan kesimpulan bahwa dosis pupuk berpengaruh nyata terhadap produktivitas varietas ini. Oleh karena itu dilakukan analisis sidik ragam yaitu, pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai Fhitung sebesar 3,342 lebih kecil daripada Ftabel pada tingkat kepercayaan 5% sebesar 3,885, sehingga dapat dikatakan bahwa pemberian pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas kacang tanah varietas Pelanduk dalam hal berat kering kacang.

Hasil berat kering kacang tanah untuk varietas Gajah dapat dilihat pada Tabel 3, dari tabel tersebut didapatkan bahwa berat kering kacang tanah varietas Gajah dengan dosis pupuk sebesar 0 gram atau tidak adanya pemberian pupuk memiliki nilai rata-rata yang paling tinggi diantara perlakuan yang lain. Untuk melihat pengaruh pemberian pupuk tersebut, maka dilakukan analisis sidik ragam pada Tabel 4, disimpulkan bahwa pemberian pupuk juga tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas berat kering kacang tanah. Hal ini dilihat dari nilai Fhitung sebesar 0,188 yang lebih kecil daripada nilai Ftabel sebesar 3,885 pada tingkat kepercayaan 5%.

Dilihat dari Tabel 1 dan 3, didapatkan perbedaan yang cukup mencolok dalam hal berat kering kacang tanah dari kedua varietas yang diamati. Rata-rata berat kering kacang tanah untuk varietas Pelanduk jauh lebih besar daripada berat kering kacang tanah untuk varietas gajah. Hal ini mungkin saja disebabkan oleh perbedaan kualitas kedua varietas meskipun keduanya disebut sebagai varietas unggul. Selain itu juga dapat disebabkan oleh perbedaan kecocokan terhadap lingkungan tempat tumbuh dimana kedua varietas tersebut ditanam ditempat yang sama.

Selain berat kering kacang, variabel lain yang juga dapat digunakan untuk menunjukkan produktivitas kacang tanah adalah dari tinggi tanaman seperti yang disajikan pada Tabel 5. Dari tabel analisis sidik ragam pada Tabel 6, dapat dilihat bahwa Fhitung sebesar 2,056 lebih kecil daripada Ftabel pada tingkat kepercayaan 5% yaitu sebesar 3,885. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa untuk varietas Pelanduk, ternyata pemberian pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman.

Pengukuran tinggi tanaman juga dilakukan pada varietas Gajah dengan hasil pengukuran dapat dilihat pada Tabel 7. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa rata-rata tinggi tanaman yang paling tinggi adalah pada tanaman dengan perlakukan dosis pupuk sebesar 0,5 gram. Untuk mengetahui pengaruh pupuk terhadap tinggi batang kacang tanah varietas Gajah dilihat dari hasil pada Tabel 7, maka dilakukan analisis sidik ragam pada tabel 8. Dari tabel tersebut didapatkan bahwa Fhitung sebesar 0,949 lebih kecil daripada Ftabel pada tingkat kepercayaan 5% sebesar 3,885. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk juga tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman pada varietas Gajah.

Apabila dilihat dari Tabel 5 dan 7 maka dapat dilihat perbedaan rata-rata tinggi tanaman antara kedua varietas kacang tanah. Varietas Pelanduk memiliki rata-rata tinggi tanaman yang lebih kecil daripada varietas Gajah.

Hasil pengukuran berat polong untuk varietas Pelanduk dapat dilihat dari tabel 9. Berdasarkan hasil yang tersaji pada tabel 9, maka dilakukan analisis sidik ragam untuk mengetahui pengaruh pupuk terhadap produktivitas polong kacang tanah untuk varietas Pelanduk. Analisis tersebut tersaji pada tabel 10. Dari tabel 10 didapatkan bahwa Fhitung sebesar 0,779 lebih kecil daripada Ftabel pada tingkat kepercayaan 5% sebesar 3,885. Hal ini membuktikan bahwa pemberian pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas polong untuk varietas Pelanduk.

Hasil pengukuran berat polong yang dilakukan terhadap varietas Gajah tersaji dalam tabel 11.  Untuk mengetahui pengaruh pupuk terhadap produktivitas polong varietas Gajah maka dilakukan analisis sidik ragam pada Tabel 12, dari tabel tersebut didapatkan bahwa Fhitung sebesar 0,427 lebih kecil daripada Ftabel pada tingkat kepercayaan 5% sebesar 3,885. Hal ini membuktikan bahwa pemberian pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas polong untuk varietas Gajah.

Bila dibandingkan antara kedua varietas, terdapat perbedaan yaitu varietas Gajah memiliki rata-rata berat polong yang lebih besar daripada varietas Pelanduk. Namun bila dilihat dari berat kering kacangnya, justru varietas Pelanduk memiliki rata-rata yang lebih besar. Untuk masalah berat polong Varietas Gajah yang lebih sedikit dan tidak sesuai dengan literatur sebelumnya, hal ini mungkin disebabkan oleh karena tanaman Varietas Gajah adalah dari hasil sulaman kelompok yang lain, sedangkan varietas pelanduk merupakan Varietas yang ditanam langsung dari polongnya.

About these ads

About baskara90

Terima kasih kepada siapa saja yang telah membuka blog ini. Saya adalah Hafiizh Baskara. Seorang pria yang terlahir di Jombang pada tanggal 17 Juli 1990. Dari pasangan Suami-Istri yaitu Drs. Adi Rahardjo dan Dra. Surjani Hasana, dan kini beliau berdua memiliki tiga putra. Hafiizh Baskara, Zahdiar Radin, dan Yunia N. Azizah. Untuk saat ini saya sedang melanjutkan studi di Fakultas Kehutanan - Institut Pertanian Bogor. Dan untuk saat ini penulis sedang duduk di semester lima. Aktivitas lain selain kuliah adalah menjadi seorang desainer grafis di sebuah perusahaan kecil yaitu "D'art Painting Company". merupakan sebuah perusahaan kecil yang terkonsentrasi di bidang Sepatu Lukis (Painting Shoes) dan di bidang konveksi. Pemuda dengan tinggi badan 187 cm ini menyenangi segala sesuatu yang berhubungan dengan desain grafis, IT, dan olah raga. sebuah impian yang selalu ingin di capai untuk saat ini adalah ingin menjadi seseorang yang sangat bermanfaat bagi dunia.

Diskusi

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Januari 2011
S S R K J S M
« Des   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 187 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: