//
you're reading...
Artikel Terbaru

Pengujian Benih

PENDAHULUAN

Luas lahan kritis di Indonesia diperkirakan mencapai 59 juta ha. Upaya reboisasi hingga tahun 2008 diperkirakan baru mencapai 10% atau 3 – 5 juta ha (Harun 2008). Berbagai program penanaman harus terus dilakukan, hal ini digunakan untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut dan sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi bencana yang diakibatkan oleh keberadaan lahan kritis. Upaya tersebut jelas memerlukan dukungan ketersediaan benih bermutu. Benih itu sendiri adalah bagian tanaman yang digunakan untuk perbanyakan atau perkembangbiakan, baik berupa biji ataupun bagian tanaman lainnya (Mulawarman et all 2002)

Kepastian mutu suatu kelompok benih yang diedarkan dan digunakan untuk penanaman sangat diperlukan untuk menjamin baik pengguna, pengedar, maupun pengada. Aspek legal dari mutu benih ini memerlukan perangkat berupa metode pengujian yang standar. Metode ini diharapkan mampu memberikan hasil yang seragam apabila pengujian terhadap suatu kelompok benih dilakukan oleh institusi yang berbeda.

Benih murni merupakan salah satu komponen dalam pengujian benih. Benih murni sangat berguna untuk menghasilkan benih yang berkualitas tinggi. Selain itu, untuk pengujian daya berkecambah benih, benih yang diuji diambil dari fraksi benih murni. Hasil pengujian kemurnian benih dan daya kecambah benih ini dapat mempengaruhi nilai benih untuk tujuan penanaman.

Pengujian benih merupakan analisis dari beberapa parameter fisik dan kualitas fisiologi sekumpulan benih, yang biasanya didasarkan pada perwakilan sejumlah sampel. Pengujian benih dapat dilakukan secara sederhana maupun dengan standar ISTA (International Seed Testing Association). Pengujian sederhana hanya untuk kepentingan praktis. Untuk standar metode pengujian mutu benih yang ada selama ini mengacu pada ketentuan ISTA (2006). Namun untuk jenis-jenis tanaman hutan hanya sedikit yang telah masuk dalam ketentuan tersebut dan sebagian besar didominasi oleh jenis-jenis temperate. Sampai tahun 2008, Balai Penelitian Teknologi Perbenihan (BPTP) Bogor telah meneliti metode pengujian mutu fisik dan fisiologis benih beberapa jenis tanaman hutan dan 7 jenis di antaranya telah masuk dalam Standar Nasional Indonesia (SNI), yaitu Acacia mangium, Paraserianthes falcataria, Pinus merkusii, Eucalyptus urophylla, E. deglupta, Swietenia macrophylla, dan Gmelina arborea.

Mutu fisik dan fisiologis minimal yang disyaratkan dalam suatu standar mutu benih adalah kadar air, kemurnian, dan daya berkecambah (mutu fisiologis). Tulisan ini membahas pemilihan metode pengujian mutu fisik dan fisiologis, yakni untuk kemurnian dan kadar air pada benih Lamtoro (Leucaena leucocephala) dan daya berkecambah pada benih Sengon Buto (Enterolubium cyclocarpum).

KEMURNIAN BENIH

Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen, yaitu benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni, benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih.

Yang dimaksud kadar air benih, ialah berat air yang “dikandung” dan yang kemudian hilang karena pemanasan sesuai dengan aturan yang ditetapkan, yang dinyatakan dalam persentase terhadap berat awal contoh benih (Nasrudin, 2009). Penetapan Kadar Air adalah banyaknya kandungan air dalam benih yang diukur berdasarkan hilangnya kandungan air tersebut & dinyatakan dalam % terhadap berat asal contoh benih. Tujuan penetapan kadar air diantaranya untuk untuk mengetahui kadar air benih sebelum disimpan dan untuk menetapkan kadar air yang tepat selama penyimpanan dalam rangka mempertahankan viabilitas benih tersebut.

Benih yang sangat kering sangat peka terhadap kerusakan mekanis serta pelukaan sampingannya. Kerusakan ini dapat menyebabkan bagian penting benih mengalami pecah atau retak pada bagian penting biji sehingga biji tersebut peka terhadap serangan jamur yang dapat menurunkan daya simpannya (oren L. Justice dan Louis N. Bass, 1979).

Umumnya pada tanaman legume (lamtoro), ovule atau tepatnya embrio sac yang sedang mengalami pembuahan mempunyai kadar air kira-kira 80%, dalam beberapa hari kemudian kadar air ini meningkat sampai kira-kira sekitar 85% lalu pelan-pelan menurun secara teratur. Setelah mendekati waktu masak kadar air ini menurun dengan cepat kira-kira 20%, setelah biji mengalami berat kering maksimum, kadar air tersebut menjadi konstan sekitar 20% tetapi sedikit naik turun seimbang dengan keadaan lingkungan dilapangan.

KADAR AIR BENIH

Adanya banyak air dalam benih, maka pernafasan akan dipercepat sehingga benih akan banyak kehilangan energi. Pernafasan yang hebat disebabkan oleh air yang ada dalam biji dan temperatur lingkungan. Penyimpanan benih yang baik harus memperhatikan dua hal, yaitu sifat asli benih dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi benih. Antar kedua hal tersebut terdapat hubungan erat yang dapat mempunyai pengaruh yang menguntungkan atau merugikan terhadap viabilitas benih.

Jika kadar air benih lebih rendah daripada tingkat keseimbangannya dengan kelembaban udara, maka benih akan menyerap uap air dari udara. Sebaliknya jika kadar air benih lebih tinggi daripada tingkat keseimbangan dengan kelembaban udara, maka kadar air benih akan turun atau benih melepaskan uap air ke udara. Keseimbangan antara kadar air benih dengan kelembaban udara relatif dalam penyimpanan dilukiskan dalam kurva keseimbangan higroskopis.

PERSENTASI PERKECAMBAHAN

Perkecambahan pada dasarnya adalah pertumbuhan embrio atau bibit tanaman, sebelum berkecambah tanaman relatif kecil dan dorman. Perkecambahan ditandai dengan munculnya radicle dan plumule. Biasanya radicle keluar dari kulit benih, terus ke bawah dan membentuk sistem akar. Plumule muncul ke atas dan membentuk sistem tajuk. Pada tahap ini proses respirasi mulai terjadi. Cadangan makanan yang tidak dapat dilarutkan diubah agar dapat dilarutkan, hormon auxin terbentuk pada endosperm dan kotiledon. Hormon tersebut dipindah ke jaringan meristem dan digunakan untuk pembentukan sel baru dan membebaskan energi kinetik (Edmond et al., 1975)

Perkecambahan merupakan serangkaian peristiwayang terjadi sejak benih dorman sampai kebibit yang sedang tumbuh (tergantung pada viabilitas benih), kondisi lingkungan yang cocok dan pada beberapa tanaman tergantung pada usaha pemecahan dormansi. Perkecambahan benih yang mengandung kulit biji yang tidak permeable dapat dirangsang dengan skarifikasi, yaitu pengubahan kulit biji yang membuatnya menjadi permeabel terhadap gas-gas dan air, dan dengan cara mekanik (harjadi, 1986).

Persentasi perkecambahan menunjukkan jumlah kecambah normal yang dapat dihasilkan oleh benih murni pada kondisi lingkungan tertentu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.


About these ads

About baskara90

Terima kasih kepada siapa saja yang telah membuka blog ini. Saya adalah Hafiizh Baskara. Seorang pria yang terlahir di Jombang pada tanggal 17 Juli 1990. Dari pasangan Suami-Istri yaitu Drs. Adi Rahardjo dan Dra. Surjani Hasana, dan kini beliau berdua memiliki tiga putra. Hafiizh Baskara, Zahdiar Radin, dan Yunia N. Azizah. Untuk saat ini saya sedang melanjutkan studi di Fakultas Kehutanan - Institut Pertanian Bogor. Dan untuk saat ini penulis sedang duduk di semester lima. Aktivitas lain selain kuliah adalah menjadi seorang desainer grafis di sebuah perusahaan kecil yaitu "D'art Painting Company". merupakan sebuah perusahaan kecil yang terkonsentrasi di bidang Sepatu Lukis (Painting Shoes) dan di bidang konveksi. Pemuda dengan tinggi badan 187 cm ini menyenangi segala sesuatu yang berhubungan dengan desain grafis, IT, dan olah raga. sebuah impian yang selalu ingin di capai untuk saat ini adalah ingin menjadi seseorang yang sangat bermanfaat bagi dunia.

Diskusi

4 thoughts on “Pengujian Benih

  1. thanks untuk materinya mas baskara…. ^^

    Posted by sapta | Agustus 24, 2011, 11:51 pm
  2. hohoho ka hafiiidzz yang tiggiiii, matur nuwun.. tugas ku kebantu deh hehhehe

    Posted by yii | September 25, 2011, 12:49 pm

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Maret 2011
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 187 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: