//
you're reading...
Monggo rekkk...!!!

Jawa Timur Siaga Banjir

SURABAYA (SINDO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) tidak ingin kecolongan dalam menghadapi bencana banjir. Sejak kemarin hingga beberapa hari ke depan Pemprov Jatim menginstruksikan jajarannya untuk siaga menghadapi bencana banjir. Pemprov Jatim menilai, puncak bencana banjir yang diprediksi terjadi pada Januari-Februari telah menjadi ancaman sangat serius.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, curah hujan yang turun di tiap kabupaten/kota di Jatim naik hingga 310%. Curah hujan setinggi itu tidak mampu ditampung oleh sarana pengairan yang sudah tertata di tiap daerah. ”Jadi, rata-rata semua fasilitas untuk mengalirkan air tidak kuat menampung. Itu yang menyebabkan banjir dan genangan,” ujar Pakde,panggilan akrab Soekarwo, ketika ditemui seusai peringatan Hari Antikorupsi se-Dunia di Gedung Negara Grahadi kemarin.

Mantan Sekdaprov Jatim itu melanjutkan, upaya antisipasi banjir yang dilakukan sepanjang 2010 ini ternyata tidak mampu menjawab curah hujan yang terus- menerus mengguyur sebagian besar wilayah di Jatim. ”Karena itu, saat ini kami siaga penuh untuk mengantisipasi banjir biar tidak meluas,”ungkapnya. Langkah yang dilakukan, kata Pakde,adalah mengantisipasi luapan Bengawan Solo.Dia mewaspadai aliran Bengawan Solo yang sewaktu- waktu meluap.

Upaya awal yang dilakukan, yakni dengan meninggikan Pelangwot Bengawan. ”Minimal upaya jangka pendek itu bisa mencegah banjir dari luapan Bengawan Solo,”tegasnya. Pakde menjelaskan, upaya lain yang dilakukan adalah dengan mengeruk setiap sungai di daerah rawan banjir.Target utama yang dilakukan adalah pengerukan beberapa sungai di Pasuruan yang sering meluap. Sementara untuk penanganan banjir di kota besar, dia memberikan pompa tambahan di tiap titik.

”Pembukaan pintu air juga menjadi prioritas,” tandasnya. Dengan adanya status siaga ini, Pakde meminta tiap daerah mendukung penuh upaya pencegahan itu. Dia berharap besar pemerintah kabupaten/kota juga melakukan upaya yang sama.Persoalan banjir harus diselesaikan dengan penanganan secara terpadu. ”Jangan sampai merugikan masyarakat,”sambungnya. Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Siswanto mengatakan, warga di sekitar Bengawan Solo saat ini harus waspada.

Dia berharap langkah antisipasi dari daerah setempat juga dilakukan.Pasalnya, ada kewenangan langsung dari daerah yang harus dilakukan dengan cepat. ”Kami juga sedang menghitung kerugian dari banjir yang terjadi beberapa hari kemarin. Banyak sawah dan pertanian warga yang gagal akibat banjir,” ungkapnya. Pantauan terakhir Bengawan Solo, ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro berangsurangsur surut hingga mencapai 14,06 meter (siaga II).

Namun,kewaspadaan tetap dilakukan. ”Air memang masih aman. Justru kondisi ini cukup berbahaya karena semua tempat penampungan air dan anak sungai di daerah hilir penuh air,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Kasiyanto kemarin. Sementara itu,ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer (km) dari kota Bojonegoro, turun di bawah siaga banjir dengan ketinggian 25,85 meter pada pukul 06.00 WIB.

Menurut penjaga piket banjir di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Suyono, tidak ada laporan masuk ketinggian air Bengawan Solo di Ngawi dan Jurug, Solo, Jawa Tengah.”Kondisi air di daerah hulu Jateng relatif aman. Ini bisa dilihat dari turunnya air di Karangnongko,” paparnya. Dia memperkirakan,ketinggian air di daerah hilir Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan akan berangsur- angsur surut sepanjang tidak ada tambahan dari hujan lokal.

Sementara itu, genangan air banjir bandang dari wilayah selatan Bojonegoro di sejumlah desa di Kecamatan Kapas,Dander,dan Kota juga mulai surut. Ini setelah difungsikan pompa air penghisap di tiga lokasi yang kapasitasnya mencapai 7.000 liter/detik. Genangan air selama tiga hari lebih telah mengakibatkan rusaknya areal tanaman padi seluas 536 hektare di sejumlah desa di Kecamatan Dander, Kota, dan Kapas. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar lebih.

Menanggapi kerugian itu, Ketua Kontak Tani Nelayan dan Andalan (KTNA) Bojonegoro Sarif Usman mendesak Pemkab Bojonegoro memberikan bantuan kepada para petani di Bojonegoro yang gagal panen akibat tanaman padinya rusak diterjang banjir bandang. Dia menyebutkan, kerugian petani yang baru tanam diperkirakan mencapai Rp1,5 juta. Sementara tanaman padi yang sudah berumur satu bulan lebih mencapai Rp5 juta, mulai biaya sewa tenaga kerja, pemupukan, dan perawatan.

”Paling tidak para petani bisa mendapatkan bantuan benih gratis,”tukasnya. Dari Bojonegoro juga dilaporkan, jasad Muhamad Risqi, 3, warga Dusun Serut Sewu, Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, yang hanyut di anak sungai Bengawan Madiun dua hari lalu akhirnya ditemukan di Bojonegoro. ”Saat ini perwakilan keluarga didampingi anggota Polres Madiun sudah menuju ke Bojonegoro untuk melihat dan membawa pulang jenazah bocah malang tersebut ke rumah duka di Kebonsari,” ucap Kapolsek Kebonsari AKP Lamilan kepada wartawan.

Berdasarkan informasi kepolisian, anak pertama dari Nurul Hidayah tersebut ditemukan di tepi Bengawan Solo, tepatnya di Desa Sudu,Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Dia ditemukan oleh warga setempat dalam keadaan sudah tak bernyawa. ”Kemungkinan besar jenazah yang ditemukan di Bojonegoro tersebut adalah jenazah Risqi. Sebab berdasarkan ciri-ciri tubuh dan pakaian yang dikenakan, hampir sama dengan informasi yang diberikan keluarga korban kepada pihak kepolisian,” tutur Lamilan.

Risqi saat kejadian sedang digendong ibunya, Nurul Hidayah, melihat banjir di atas jembatan desa setempat. Tanpa disangka jembatan tempat mereka berdiri tiba-tiba roboh dan menghanyutkan empat orang lainnya, termasuk Risqi dan ibunya. Ibu Risqi, Nurul Hidayah, mengaku tidak menyangka tiba-tiba tempatnya berpijak roboh. Nurul Hidayah bisa selamat setelah berhasil ditarik oleh warga lainnya yang membantu menyelamatkan korban hanyut. Namun malang, Risqi belum dapat ditemukan meski ketiga korban lainnya berhasil diselamatkan oleh warga dan tim SAR saat kejadian jembatan roboh pada Selasa (7/12).

Banjir Bandang Terjang 5 Desa di Tulungagung

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tulungagung sejak Rabu (8/12) sore membuat puluhan rumah yang berada di lima desa di Kecamatan Kedungwaru tersapu banjir bandang.Ketinggian air yang menggenangi 60 rumah kepala keluarga (KK) di Desa Rejoagung, Desa Ketanon, dan Desa Majan mencapai 40 sentimeter (cm).Begitu juga yang terjadi di Desa Simo dan Desa Winong. Bahkan, saking tak kuat membendung limpahan air yang meluap dari Sungai Wudu, sebuah tanggul yang membentengi permukiman warga Desa Simo ambrol sepanjang 15 meter.

Sebuah rumah milik Nurudin, 37, warga setempat, hanyut terbawa arus air. Selain membawa lari kedua anaknya, lelaki yang kesehariannya berprofesi sebagai makelar kendaraan bermotor itu juga masih sempat menyelamatkan satu unit pesawat televisi miliknya dari kerusakan. ”Kalau saya tidak segera keluar rumah, tentu akan ikut terbawa arus,” tuturnya kepada wartawan. Sebelumnya Nurudin bersama Moh Alfi, 10, dan Naila Salfa Yasmin, 2, berbelanja sembako.

Baru saja menginjakkan kaki di dalam rumah yang keseluruhannya berlantaikan tanah tersebut, air datang dan menerjang semuanya. ”Terpenting anak saya selamat,” paparnya. Air datang sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (8/12) malam. Selain menghanyutkan tempat tinggal Nurudin yang keseluruhannya berdinding bambu,luapan air pun merobohkan sebuah bengkel teralis pagar milik Suprapto yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah Nurudin.Hampir seluruh bahan baku pagar yang terbuat dari besi terseret hingga sejauh 20 meter.

Keganasan banjir bandang juga memorak-porandakan sebuah kandang kambing milik Adi. Masih untung, tidak ada korban jiwa dalam malapetaka yang berlangsung petang hari itu. ”Suara air yang datang krasakkrasak begitu keras,” ujar Adi yang berhasil menyelamatkan ternak kambingnya. Banjir bandang dengan arus yang begitu deras, menurut Adi,baru kali ini terjadi. Sebelumnya hujan deras hanya membuat genangan kecil di jalan-jalan yang berkedudukan rendah.

”Kalau tidak karena tanggul jebol, tentu banjir tidak sedahsyat ini,”ucapnya. Kemarin pagi air berangsurangsur surut. Selain berasal dari luapan Sungai Wudu, banjir juga berasal dari limpahan air irigasi di Desa Ringinpitu dan Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru. Menurut Koordinator Bagian Perawatan Sungai Jasa Tirta I Sunari, akibat jebolnya tanggul de-ngan radius 15 meter,kerugian material yang ditanggung Jasa Tirta mencapai Rp250 juta.

”Semua kerusakan ini menjadi tanggung jawab kami,” tukasnya. Sebagai bentuk penanganan darurat, Jasa Tirta akan menempatkan karung pasir dan sejumlah material untuk menahan luapan air. ”Sementara untuk kerusakan rumah warga, bukan tanggung jawab kami, tapi pemerintah,” tuturnya. Sementara Camat Kedungwaru Sugianto mengaku tengah mendata rumah warga yang rusak akibat diterjang banjir.

Untuk menentukan bantuan yang akan diberikan, Sugianto mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial. ”Kami akan berikan bantuan untuk bangunan yang rusak,” katanya dengan menambahkan imbauan kepada warga untuk waspada saat hujan turun lagi. (aan haryono/ muhammad roqib/ solichan arif/ant)

About baskara90

Terima kasih kepada siapa saja yang telah membuka blog ini. Saya adalah Hafiizh Baskara. Seorang pria yang terlahir di Jombang pada tanggal 17 Juli 1990. Dari pasangan Suami-Istri yaitu Drs. Adi Rahardjo dan Dra. Surjani Hasana, dan kini beliau berdua memiliki tiga putra. Hafiizh Baskara, Zahdiar Radin, dan Yunia N. Azizah. Untuk saat ini saya sedang melanjutkan studi di Fakultas Kehutanan - Institut Pertanian Bogor. Dan untuk saat ini penulis sedang duduk di semester lima. Aktivitas lain selain kuliah adalah menjadi seorang desainer grafis di sebuah perusahaan kecil yaitu "D'art Painting Company". merupakan sebuah perusahaan kecil yang terkonsentrasi di bidang Sepatu Lukis (Painting Shoes) dan di bidang konveksi. Pemuda dengan tinggi badan 187 cm ini menyenangi segala sesuatu yang berhubungan dengan desain grafis, IT, dan olah raga. sebuah impian yang selalu ingin di capai untuk saat ini adalah ingin menjadi seseorang yang sangat bermanfaat bagi dunia.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Desember 2010
S S R K J S M
« Okt   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: