//
you're reading...
Artikel Terbaru

Pengaruh Topografi Terhadap Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia cenderung disebabkan oleh manusia dan didukung oleh kekeringan yang panjang sebagai akibat dari faktor rendahnya nilai curah hujan yang terjadi di beberapa daerah dalam waktu yang cukup lama. Api merupakan faktor ekologi potensial yang mempengaruhi hampir seluruh ekosistem daratan, walau pun hanya terjadi pada frekuensi yang sangat jarang. Pengaruh api terhadap ekosistem ditentukan oleh intensitas, frekuensi dan tipe kebakaran yang terjadi serta kondisi lingkungan. Api yang terjadi didalam hutan dapat menimbulkan kerusakan yang besar. Walau pun dalam kondisi tertentu pembakaran hutan dapat memberikan manfaat dalam pengelolaan hutan.

Tetapi mayoritas kebakaran hutan merusak hampir seluruh komponen penyusun hutan, sehingga tujuan pengelolaan dan fungsi hutan tidak tercapai. Asap tebal yang terjadi akibat kebakaran hutan juga menimbulkan gangguan terhadap kehidupan. Kemudahan terbakarnya komponen hutan dalam kebakaran hutan ditentukan oleh jumlah dan persebaran, kadar air, kandungan bahan tertentu (misalnya resin) serta topografi. Tak dipungkiri lagi bahwa keadaan topografi  sangat mempengaruhi pemicuan dan penjalaran kobaran api. Kondisi topografi itu sendiri dapat berbentuk:

  1. Posisi areal/daerah terhadap penerimaan cahaya atau panas matahari.
  2. Kemiringan lereng (slope), dimana penjalaran api akan lebih cepat bila menaiki lereng dari pada menuruni lereng. Dan semakin curam lereng/sudut kemiringan semakin besar, maka kecepatan penjalaran api akan semakin besar pula.
  3. Bentuk Landscap
  • Lembah  ( bentuk V), dimana bila terjadi kebakaran pada satu sisi lembah     yang   semakin     curam    maka   api   dapat   semakin    mudah menjalar pada bahan bakar di sisi yang lain.
  • Ngarai  (bentuk   U)  dan   menyempit   serta  bentuk   permukaan   yang tidak rata dapat mempengaruhi arah penjalaran api.
  1. Sekat Bakar

Merupakan rintangan terhadap laju penjalaran api dari suatu area ke area lain, yang dapat berbentuk sekat alami atau buatan.

Topografi adalah gambaran permukaan bumi yang meliputi relief dan posisi alamnya serta ciri-ciri yang merupakan hasil dari buatan manusia serta merupakan salah satu dari faktor kebakaran hutan. Faktor topografi ikut berperan dalam kebakaran hutan dan lahan. Ada tiga faktor tofografi yang biasanya berperan penting yaitu kemiringan, arah lereng, dan medan/”terrain”.

Lahan dengan kemiringan sangat curam memungkinkan terjadinya lidah api yang besar, sehingga hal ini mempercepat pengeringan bahan bakar. Bahan bakar yang kering akan mudah dan cepat bersulut api. Pada lereng curam api akan cepat ke arah puncak dan lambat ke arah bawah. Semakin curam kemiringan akan semakin cepat pula api menjalar. Selain itu, wilayah dengan arah lereng menghadap matahari akan lebih cepat terjadinya pengeringan bahan bakar dibandingan dengan wilayah yang memiliki arah kemiringan yang tidak menghaap matahari. Semakin tinggi intensitas matahari pada suatu daerah, maka angin lereng akan terjadi lebih awal dan lebih kuat. Pada lereng yang langsung menghadap matahari akan terjadi kondisi suhu yang tinggi, angin akan bertiup lebih kencang, kelembaban udara lebih rendah, dan kandungan air bahan bakar lebih rendah.

Pada arah lereng yang langsung menghadap matahari menyebabkan kondisi yang rentan terhadap kebakaran, sehingga bahan bakar akan mudah tersulut dan apabila sudah tersulut, maka api akan lebih cepat menjalar, karena angin bertiup lebih kencang.

Laju penjalaran api dipengaruhi oleh kemiringan. Kemiringan ini yang dapat menentuka cepat atau lambatnya api dapat menjalar. Pada kemiringan 135 didapatkan penyalaan paling lama selain itu juga memiliki panjang lidi terbakar yang paling besar.     Penajalaran pada sudut 1350 merupakan penjaralan api yang paling cepat karena jarak lidah api ke area (bahan bakar) lebih dekat. Sehingga bahan bakar (lidi) sudah mendapatkan panas dari api tersebut sehingga lidi mudah terbakar.


 

 

About baskara90

Terima kasih kepada siapa saja yang telah membuka blog ini. Saya adalah Hafiizh Baskara. Seorang pria yang terlahir di Jombang pada tanggal 17 Juli 1990. Dari pasangan Suami-Istri yaitu Drs. Adi Rahardjo dan Dra. Surjani Hasana, dan kini beliau berdua memiliki tiga putra. Hafiizh Baskara, Zahdiar Radin, dan Yunia N. Azizah. Untuk saat ini saya sedang melanjutkan studi di Fakultas Kehutanan - Institut Pertanian Bogor. Dan untuk saat ini penulis sedang duduk di semester lima. Aktivitas lain selain kuliah adalah menjadi seorang desainer grafis di sebuah perusahaan kecil yaitu "D'art Painting Company". merupakan sebuah perusahaan kecil yang terkonsentrasi di bidang Sepatu Lukis (Painting Shoes) dan di bidang konveksi. Pemuda dengan tinggi badan 187 cm ini menyenangi segala sesuatu yang berhubungan dengan desain grafis, IT, dan olah raga. sebuah impian yang selalu ingin di capai untuk saat ini adalah ingin menjadi seseorang yang sangat bermanfaat bagi dunia.

Diskusi

2 thoughts on “Pengaruh Topografi Terhadap Kebakaran Hutan

  1. lagi asik nyari literatur, dikirain blog siapa. ngga tau nya milik ente

    Posted by Mentari Purwakasiwi (@mentarisiwi) | Maret 12, 2012, 4:21 am

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Desember 2010
S S R K J S M
« Okt   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: