//
you're reading...
Artikel Terbaru

SELEKSI POHON PLUS HUTAN TANAMAN SENGON (Paraserianthes falcataria)

Pemuliaan pohon (tree improvement) merupakan aplikasi pengetahuan variasi genetik dalam suatu jenis pohon hutan, untuk menghasilkan kualitas pohon yang lebih baik. Pemuliaan pohon merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan produk hutan dengan nilai ekonomi yang tinggi, biaya murah dan dalam waktu cepat, apabila ada perpaduan antara keterampilan bidang silvikultur dengan kegiatan tree improvement. Tree improvement berbeda dengan istilah forest genetic ataupun forest tree breeding. Forest genetic adalah kegiatan-kegiatan yang terbatas pada studi genetika pohon hutan. Forest tree breeding merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan suatu produk khusus seperti pohon dengan sifat kayu tertentu (tahan hama, batang lurus). Sedangkan tree improvement merupakan kegiatan untuk meningkatkan produktivitas hutan (kuantitas dan kualitas) dengan mengendalikan asal-usul pohon, dipadukan dengan kegiatan pengelolaan hutan. Di dalam lingkup tersebut terintegrasi aplikasi ilmu genetika hutan yang menyangkut susunan genetik pohon-pohon di dalam hutan dengan ilmu silvikultur yang menyangkut intensifitas pengelolaan.

Seleksi pohon plus merupakan langkah awal yang sangat menentukan dalam program pemuliaan. Posisi pemilihan pohon plus merupakan kunci awal dalam pembangunan tegakan berkualitas.

Menurut Zobel dan Talbert (1986), pohon plus atau select tree, superrior tree adalah pohon yang telah direkomendasikan sebagai tegakan breeding atau populasi produksi yang ditetapkan berdasarkan beberapa kriteria. Pohon plus harus memiliki fenotipe yang lebih baik dilihat dari pertumbuhannya, bentuk, kualitas kayu, atau karakteristik lainnya yang diharapkan. Pohon-pohon plus dengan fenotipe yang superrior dapat ditunjuk dengan metode seleksi. Seleksi merupakan metode pemuliaan yang paling umum diterapkan untuk pohonpohon hutan, karena dianggap sesuai untuk kebanyakan jenis-jenis yang menyerbuk silang (outcrosser) serta yang memiliki variabilitas besar seperti halnya pada jenis-jenis yang masih liar. Menurut Budi Setiawan (1998), seleksi merupakan metode pemuliaan yang paling sederhana dan paling memberi harapan untuk memperoleh hasil-hasil genetik yang besar pada generasi pertama serta untuk memenuhi kebutuhan benih unggul dalam jangka waktu singkat dengan jumlah banyak. Seleksi pohon plus harus didasarkan pada kriteria ganda karena membawa peningkatan genetik pada sejumlah sifat atau karakter. Empat cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah sebagai berikut : (1) Tandem Selection ; (2) Independen Culling Levels ; (3) Metode Objektif ; dan (4) Base Line Selection.

Pada seleksi pohon plus terdapat beberapa teknik seleksi yang dapat dilakukan. Teknik seleksi pohon plus yang akan digunakan dalam program pemuliaan pohon tergantung pada jenis dan tujuan penggunaannya. Sifat/karakter yang dibutuhkan untuk tujuan kayu pertukangan akan berbeda dengan tujuan bahan baku kertas (pulp and paper). Beberapa teknik yang sering digunakan dalam pemilihan pohon plus antara lain metode okuler, metode pohon pembanding, metode system garis dasar, dan metode standar absolut.

Prosedur Kerja

  • Melakukan orientasi lapangan untuk memperoleh gambaran umum tentang kondisi tegakan sambil mencari calon pohon kandidat.
  • Pemilihan pohon kandidat, pohon kandidat harus memiliki fenotipe (tinggi pohon, diameter batang, batang bebas cabang, bentuk batang, percabangan, kesehatan, dan produksi buah) yang lebih baik dari pohon yang tumbuh disekitarnya. Jarak antar pohon kandidat minimal 100 m.
  • Pohon kandidat diberi tanda dengan cat warna kuning selebar 8 cm mengelilingi batang pada ketinggian 150 cm, kemudian diberi nomor urut dua digit dengan cat warna kuning dipangkal batang.
  • 5 pohon pembanding ditentukan mengelilingi pohon kandidat, pilih yang letaknya paling dekat dengan pohon kandidat. Jarak maksimal antara kandidat dengan pohon pembanding adalah 25 m. Pohon pembanding diberi tanda dengan cat warna merah selebar 4 cm mengelilingi batang pada ketinggian 150 cm, kemudian diberi nomor urut dua digit (contoh 01) dengan cat warna merah dipangkal batang. Pemberian nomor dimulai arah Utara-Selatan searah jarum jam, nomor urut menghadap pohon kandidat.
  • Terhadap calon pohon kandidat dilakukan pengukuran tinggi pohon, diameter batang, batang bebas cabang dan pengukuran sudut cabang.
  • Kemudian dilakukan penilaian bentuk batang, diameter cabang, ketahanan terhadap hama penyakit, kemampuan pemangkasan alami dan produksi buah.
  • · Terhadap kelima pohon pembanding dilakukan pengukuran tinggi pohon dan diameter batang, kemudian dihitung rata-rata tinggi pohon dan rata-rata diameter batang. Hasil pengukuran dicatat dalam Tally Sheet Seleksi Pohon Induk.
  • Kriteria penilaian seleksi pohon kandidat adalah sebagai berikut:

–  Tinggi pohon minimal sama dengan rata-rata tinggi pohon pembanding/pohon pohon yang tumbuh didalam tegakan.

–  Diameter batang minimal 10% lebih besar dibanding rata-rata diameter pohon pembanding/pohon-pohon yang tumbuh didalam tegakan.

–  Batang bebas cabang minimal 50% dari tinggi pohon.

–  Panjang bentuk batang yang lurus dan silindris minimal 50% dari tinggi pohon.

–  Diameter cabang maksimal 50% dari diameter batang tempat kedudukan cabang yang bersangkutan.

–  Sudut cabang minimal 50o.

–  Pohon sehat (luas tanda-tanda serangan hama penyakit >20%).

–  Kemampuan pemangkasan alami minimal sedang (LCR>30%-50%)

–  Sudah memproduksi buah dan menghasilkan benih viable.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Tabel 1  Hasil penghitungan dimensi pohon sekeliling pohon plus

Jenis Pohon

Dimensi

Diameter

Tinggi Total

Jarak

Sudut

Pohon 1

49,4 cm

17,7 m

13,8 m

35°

Pohon 2

46,5 cm

27 m

16,8 m

70°

Pohon 3

35,7 cm

26,5 m

15,6 m

105°

Pohon 4

36,9 cm

26 m

11,4 m

170°

Pohon 5

33,4 cm

18 m

7,8 m

175°

Tabel 2  Hasil penghitungan kriteria pohon plus

Kriteria Pohon Plus

Skor

Tinggi Total

28 m

6 Poin

Diameter

46 cm

10 Poin

Tinggi bebas cabang

16 m

4 Poin

Bentuk Batang

23

23 Poin

Diameter Cabang

< 30%

5 Poin

Ketahanan Terhadap Penyakit

< 20% Sehat

5 Poin

Pemangkasan Alamai

75%

5 Poin

Sudut Cabang

52,5°

2 Poin

Produksi Buah

5 Poin

Total

65 Poin

Pembahasan

Kata plus sendiri memiliki definisi penampakan yang lebih baik dari rata-rata dan terlihat jelas. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan fenotipe dari suatu tegakan plus atau satu pohon plus. Dalam kegiatan pemuliaan pohon, kumpulan pohon plus tersebut biasa disebut sebagai populasi dasar yang akan mengalami proses seleksi seperti uji keturunan atau uji klon. Jumlah pohon plus yang digunakan sebagai populasi dasar dalam setiap progam pemuliaan sangat beragam.

Selain itu menurut Reiner (2005) disebutkan bahwa seleksi pohon plus harus dilakukan dalam tegakan hutan alam dan hutan tanaman pada keadaan lingkungan yang berbeda-beda dengan memperlihatkan beberapa hal sebagai berikut :

1)      Pilih tegakan yang terbaik dimana seleksi akan dilakukan. Hal ini untuk mengurangi variasi genotip antara tegakan

2)      Pergunakan “chek trees” (pohon pembanding), yaitu beberapa pohon yang baik di dalam tegakan sebagai pembanding terhadap pohon plus

3)      Dalam melakukan seleksi, batasilah pada sifat-sifat yang terpenting saja. Jika seleksi menyangkut terlalu banyak sifat, hasilnya mungkin tidak akan ada, karena beberapa sifat mungkin berkorelasi negatif, kecuali jika dipergunakan suatu “selection indeks” terhadap nilai ekonomi, heritabilitas, dan lain-lain.

Usaha pengadaan pohon plus harus mempunyai tujuan yang tertentu dan jelas agar usaha ini tidak sia-sia. Tujuan ini dapat digolongkan menurut penggunaan/pengusahaannya, atau berdasarkan syarat-syarat tentang kualitas yang dikehendaki (Reiner 2005).

Pohon plus merupakan salah satu upaya dalam rangka peningkatan produktifitas hutan melalui penyediaan benih yang berkualitas atau unggul yang berasal dari pohon-pohon superior. Sumbangan  keberhasilan pohon plus akan dapat didefinisikan bahwa pertumbuhan tanaman, kualitas produksi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta daya adaptasi terhadap lingkungan akan menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa adanya pohon plus. Dalam prosiding seminar Ilmiah Hasil Penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kehutanan, disebutkah bahwa elemen-elemen penting dalam mata rantai operasional untuk menunjang keberhasilan pembangunan tanaman kehutanan antara lain :

1)      Pemilihan jenis pohon plus dan provenans

2)      Penggunaan bibit unggul dan berkualitas

3)      Pengolahan dan peningkatan kemampuan lahan

4)      Pemeliharaan tanaman yang insentif

5)      Sistem pengendalian kebakaran yang efektif

Finkeledey R. dan Hattemer H.H. (2007) menjelaskan bahwa pohon plus merupakan individu-individu terbaik yang ada di tegakan alami, atau tegakan seumur, menggabungkan sebanyak mungkin sifat-sifat yang diinginkan, seperti bentuk batang yang baik, tinggi, diameter yang baik, taper yang kecil atau sedikit, tajuk yang kecil, resisten terhadap hama dan penyakit. Seleksi pohon plus harus didasarkan pada kriteria ganda karena membawa peningkatan genetik pada sejumlah sifat atau karakter. Empat cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah sebagai berikut : (1) Tandem Selection ; (2) Independen Culling Levels ; (3) Metode Objektif ; dan (4) Base Line Selection.

            Pada seleksi pohon plus terdapat beberapa teknik seleksi yang dapat dilakukan. Teknik seleksi pohon plus yang akan digunakan dalam program pemuliaan pohon tergantung pada jenis dan tujuan penggunaannya. Sifat/karakter yang dibutuhkan untuk tujuan kayu pertukangan akan berbeda dengan tujuan bahan baku kertas (pulp and paper). Beberapa teknik yang sering digunakan dalam pemilihan pohon plus antara lain metode okuler, metode pohon pembanding, metode system garis dasar, dan metode standar absolut. Pada pengamatan ini, metode yang digunakan adalah metode pohon pembanding. Hal ini disebabkan metode pohon pembanding merupakan metode yang paling cocok digunakan untuk melakukan seleksi pohon plus di hutan seumur (Wright 1962). Pada prinsipnya metode ini membandingkan sifat-sifat yang akan dinilai antara pohon pembanding (comparison tree) dengan calon pohon plus (candidat tree).

Pada pengamatan kriteria pohon plus yang dilakukan di tegakan sengon belakang gedung rektorat Institut Pertanian Bogor, ternyata pada areal yang diamati tidak ditemukan adanya pohon plus. Ini disebabkan pada hasil penghitungan nilai kriteria pohon plus ternyata tidak ada pohon yang mencapai nilai standar bagi suatu pohon plus. Hal ini menunjukkan bahwa pada areal tersebut tidak ada pohon yang memiliki performa pertumbuhan yang lebih baik dan diatas pertumbuhan rata-rata dalam hal laju pertumbuhan, bentuk, kualitas kayu dan sifat lainnya yang penting.

About baskara90

Terima kasih kepada siapa saja yang telah membuka blog ini. Saya adalah Hafiizh Baskara. Seorang pria yang terlahir di Jombang pada tanggal 17 Juli 1990. Dari pasangan Suami-Istri yaitu Drs. Adi Rahardjo dan Dra. Surjani Hasana, dan kini beliau berdua memiliki tiga putra. Hafiizh Baskara, Zahdiar Radin, dan Yunia N. Azizah. Untuk saat ini saya sedang melanjutkan studi di Fakultas Kehutanan - Institut Pertanian Bogor. Dan untuk saat ini penulis sedang duduk di semester lima. Aktivitas lain selain kuliah adalah menjadi seorang desainer grafis di sebuah perusahaan kecil yaitu "D'art Painting Company". merupakan sebuah perusahaan kecil yang terkonsentrasi di bidang Sepatu Lukis (Painting Shoes) dan di bidang konveksi. Pemuda dengan tinggi badan 187 cm ini menyenangi segala sesuatu yang berhubungan dengan desain grafis, IT, dan olah raga. sebuah impian yang selalu ingin di capai untuk saat ini adalah ingin menjadi seseorang yang sangat bermanfaat bagi dunia.

Diskusi

2 thoughts on “SELEKSI POHON PLUS HUTAN TANAMAN SENGON (Paraserianthes falcataria)

  1. mas, saya agak tertarik dengan artikel ini. boleh tau bahan referensinya dari buku mana saja ini mas. Soalnya saya juga mau mengadakan penelitian tentang pohon plus. Trimakasih

    Posted by moses | November 19, 2011, 1:13 pm

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Mei 2011
S S R K J S M
« Mar   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d blogger menyukai ini: