//
you're reading...
Artikel Terbaru

TEHNIK PEMBIBITAN JABON (Anthosephalus cadamba)

  1. PENDAHULUAN

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan kayu di masyrakat ditambah dengan adanya larangan menebang kayu oleh pemerintah maka menanam Jabon dapat menjadi solusi akan kebutuhan tersebut. Jabon termasuk dalam famili Rubiaceae merupakan jenis kayu daun lebar ringan dengan sifat kayu keras, berwarna putih krem hingga kekuningan, kelas awet V dan kelas kuat III-IV. Tersebar disebagian besar Jawa Barat dan Jawa Timur, seluruh Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, Nusa Tengara Barat dan Irian Jaya.

Tumbuh pada ketinggian sekitar 0 – 1000 mdpl dengan curah hujan kurang dari 1920 mm/tahun. Tumbuh pada tanah ringan, berdrainase baik, toleran terhadap tanah asam dan berdrainase jelek tetapi bukan pada tanah yang tererosi.

Kayunya dapat dipakai untuk korek api, kotak kayu, cetakan beton dan pulp.

 

  1. DESKRIPSI BOTANI

Tinggi pohon bisa mencapai 45 meter dengan batang bebas cabang mencapai 30 meter, diameter 100 cm – 160 cm, batang lurus dan silindris. Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus, berwarna putih kekuningan mirip meranti kuning, batang mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, bebas dari cacat mata kayu dan susutnya rendah. Jabon adalah tergolong tanaman yang cepat tumbuh dengan riap (pertumbuhan) diameter 7 cm – 10 cm per tahun dan riap tinggi 3 cm – 6 cm pertahun.

Ada dua jenis Jabon : yaitu  Jabon Merah dan Jabon Putih. Adapun karakteristik Jabon Putih yaitu Pucuk daun berwarna coklat muda, permukaan daun tidak berbulu dan batang pohon dewasa berwarna kelabu coklat, sedangkan karakteristik Jabon Merah yaitu Pucuk daun berwarna merah, permukaan daun berbulu dan batang pohon dewasa berwarna hitam.

 

  1. DESKRIPSI BUAH DAN BENIH

Jabon mulai berbunga pada umur 4 tahun dan berbuah setahun sekali yakni pada bulan Januari – Juni dan buah masak pada bulan Maret – Juni dengan jumlah buah majemuk 33 buah per Kg. Buah masak ditandai dengan kulit buah berwarna kuning atau coklat muda dan daging buahnya telah lunak.

 

  1. PENANGAANAN BUAH DAN BENIH.

Biji Jabon dapat diekstrak dengan dua cara, yaitu melalui ekstraksi kering dan ekstraksi basah. Cara ekstraksi kering yaitu :

  1. Cacah buah jabon menjadi ukuran kecil dan tipis lalu jemur selama 2 hari.
  2. Tumbuk halus cacahan buah Jabon yang sudah kering.
  3. Serbuk daging buah yang mengandung biji kemudian disaring dengan sringan santan.
  4. Biji hasil penyaringan dikemas dalam plastik lalu simpan dalam lemari pendingin atau langsung dikecambahkan.

Cara Ekstraksi basah yaitu :

  1. Rendam buah Jabon dalam ember berisi air sampau buah lunak kemudian remas hingga menjadi bubur. Tambahkan air secukupnya ke dalam bubur buah, lalu saring di atas wadah menggunakan saringan santan berukuran lupang 1 mm – 2 mm.
  2. Buang butiran daging buah yang besar, sedangkan butiran yang lolos saringan bersama air disaring kembali di atas wadah dengan menggunakan saringan santan yang lebih halus dengan ukuran lubang 0,5 mm – 1 mm.
  3. Tampung butiran yang lolos saringan, termasuk biji-biji di wadah, kemudian tambahan air lalu saring kembali dengan kain sifon. Bilas kain sifon dan biji beberapa kali sehingga air yang lolos berwarna jernih.
  4. Lakukan penyaringan akhir dengan kain sifon untuk menghindari lendir bercampur dengan biji yang tertahan kain sifon. Kain sifon dengan biji Jabon dikeringanginkan semalam.
  5. Benih siap disemai, jika belum disemai benih dikemas dalam kantong plastik dan disimpan di lemari es.

 

  1. PERKECAMBAHAN BENIH

Media Perkecambahan benih Jabon berupa campuran pasir dan tanah halus (1 : 1) yang steril dengan cara disangrai selama 2 jam atau disterilkan dengan fungisida berdosis rendah (50 ml/l air). Media selanjutnya disiram sampai jenuh dan ditaburi benih pada bak tabur. Dalam penaburan biji dicampur demgan pasir halus (1:10) agar benih tersebar merata. Setelah penaburan, bak tabur ditutup dengan plastik transparan. Setelah penyiraman pertama, penyiraman selanjutnya dilakukan pada hari ke-7 sampai ke-10. Setelah periode tersebut plastik dibuka dan dilanjutkan dengan penyiraman setiap hari sekali dengan sprayer yang halus selama ± 1 bulan. Jika terserang penyakit / jamur dapat dicegah dengan fungisida Dithane M-145 (2 gr/ltr air)

 

  1. PENYAPIHAN

Setelah 3-4 minggu berkecambah bibit hasil peyemaian sudah bisa dipindahkan ke dalam polibag yakni saat bibit berukuran 3 cm–5 cm atau telah memiliki daun empat lembar. Penyapihan paling awal dapat dilakukan saat daun benih telah memiliki daun selebar kuku jari kelingking. Media polibag yang digunakan adalah campuran pasir : tanah : kompos (2 :7 : 1) dengan kisaran pH 4 – 5.

Ukuran polibag yang biasa digunakan adalah 10 cm x 15 cm atau 15 cm x 25 cm. Bibit yang baru disapih ditempatkan pada bedengan persemaian yang diberi naungan sekitar 65 % dan secara berkala dikurangi intensitasnya. Jabon termasuk tanaman yang memerlukan cahaya penuh.

Pemeliharaan bibit dipersemaian terdiri dari penyulaman, penyiraman, pemupukan, pemotongan akar dan pengaturan kembali bibit di bedeng sapih. Pemupukan dilakukan setelah bibit berumur 2 minggu dengan pupuk NPK cair (5 gr/l 1 air). Pemupukan dilakukan 2 minggu sekali sampai bibit siap tanam (umur 3 bulan).

 

  1. PENANAMAN

Buat lubang tanam berukuran 30 Cm x 30 cm x 30 cm masukkan tanah yang telah dicampur dengan kompos (5 kg/lubang) dan pupuk NPK (50 – 100 gr/lubang) ke dalam lubang. Jarak tanam yang dianjurkan 4 m x 4 m,  5 m x 5m,  6 m x 3 m atau bahkan 10 m x 10 m. Setiap 6 bulan dipupuk dengan urea (50 gr/tanaman) pada tahun ke 3 dipupuk urea dosis 80 gr / tanaman.

 

About baskara90

Terima kasih kepada siapa saja yang telah membuka blog ini. Saya adalah Hafiizh Baskara. Seorang pria yang terlahir di Jombang pada tanggal 17 Juli 1990. Dari pasangan Suami-Istri yaitu Drs. Adi Rahardjo dan Dra. Surjani Hasana, dan kini beliau berdua memiliki tiga putra. Hafiizh Baskara, Zahdiar Radin, dan Yunia N. Azizah. Untuk saat ini saya sedang melanjutkan studi di Fakultas Kehutanan - Institut Pertanian Bogor. Dan untuk saat ini penulis sedang duduk di semester lima. Aktivitas lain selain kuliah adalah menjadi seorang desainer grafis di sebuah perusahaan kecil yaitu "D'art Painting Company". merupakan sebuah perusahaan kecil yang terkonsentrasi di bidang Sepatu Lukis (Painting Shoes) dan di bidang konveksi. Pemuda dengan tinggi badan 187 cm ini menyenangi segala sesuatu yang berhubungan dengan desain grafis, IT, dan olah raga. sebuah impian yang selalu ingin di capai untuk saat ini adalah ingin menjadi seseorang yang sangat bermanfaat bagi dunia.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

September 2011
S S R K J S M
« Mei   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
%d blogger menyukai ini: